3 Hal Tentang Smartfren Yang Jarang Diketahui

smartfren_4g
m.smartfren.com

Berbicara soal Smartfren, tentu saja mayoritas orang akan berpandangan “lemot dan murahan”. Hal tersebut sudah menjadi makanan sehari-hari bagi masyarakat yang menggunakan atau memantau layanan internet Smartfren. Di media sosial apapun, akan selalu terjadi perbincangan jika membahas internet Smartfren. Apakah benar demikian?

Sebelumnya, Smartfren memang pernah menggelar campaign “Internet Ngebut Anti Lelet”. Hal tersebut sangat berdampak ketika pengguna merasakan sedikit saja gangguan dan akhirnya melontarkan komplain habis-habisan. Mengingat netizen nusantara, permasalahan yang menjadi viral bukanlah hal yang aneh.

Persepsi masyarakat soal internet Smartfren yang buruk sebenarnya tidaklah sepenuhnya benar. Stigma “murahan” yang dilontarkan pun sebenarnya sedikit keliru, mengingat bahwa Smartfren memiliki fitur-fitur eksklusif yang tidak dimiliki oleh provider lain. Setidaknya ada 3 hal yang bisa kita lirik.

Mari kita bahas 3 hal tersebut.

1. Smartfren Pertama Kali Menggunakan e-SIM

Teknologi e-SIM atau lengkapnya embedded-SIM sebenarnya sudah eksis di luar negeri cukup lama. Kali ini, Smartfren yang pertama kali mengaplikasikan teknologi e-SIM setelah 4G VoLTE perdana di Indonesia. Pihak Smartfren mengatakan bahwa teknologi ini sudah resmi meluncur semenjak bulan Juli lalu.

Dengan teknologi e-SIM, salah satu benefitnya adalah pengguna tidak perlu repot mengganti kartu SIM jika ingin berganti nomor atau bahkan provider lainnya. Pemasangan e-SIM dilakukan di dalam mesin perangkat sehingga daya tahannya lebih baik. Hanya saja, teknologi ini hanya bisa di aplikasikan di beberapa perangkat saja seperti iPhone XR.

2. Uji Coba Jaringan 5G Dan Ekspansi Jaringan 4G

Kedatangan teknologi jaringan 5G memberikan antusias yang sangat kuat bagi konsumen maupun produsen. Bagaimana tidak, karena 5G merupakan kunci untuk Internet of Things (IoT). Smartfren dikabarkan telah melakukan uji coba 5G bersama ZTE pada bulan Juni lalu. Meski 5G memang belum akan di luncurkan dalam waktu dekat, mengingat kebutuhan teknologi yang mendukung 5G seperti robot AI dan kendaraan tanpa awak di Indonesia belum cukup diperlukan.

Tidak hanya uji coba 5G saja, kerja sama smartfren bersama ZTE akan direalisasikan dengan ekspansi jaringan 4G di seluruh wilayah Indonesia. Sebelumnya, Smartfren sudah mengimplementasikan teknologi internet 4G+ yang dinilai hampir setara dengan internet 5G. Nantinya, 4G+ akan ditinjau ulang bersama ZTE agar lebih optimal.

3. Smartfren Bisa Digunakan Di 15 Negara Dengan Murah

Roaming Access sebenarnya bukanlah hal langka lagi saat ini. Hanya saja, biaya roaming bisa sangat mahal dan tidak wajar. Perhitungan tarif internet pun sangat mengkhawatirkan. Kali ini, Smartfren menawarkan paket International Roaming yang dinilai relatif murah. Dengan konektifitas 4G selama 7 hari serta kuota sebesar 2GB, harga yang ditawarkan adalah Rp 150.000.

Pengguna Smartfren bisa mengaktifkan paket tersebut saat di Indonesia atau setelah berada di luar negeri. Pastikan data seluler off dan saat pembelian paket harus menggunakan koneksi Free WiFi setempat atau melalui panggilan *128#.

Negara-negara yang mendukung paket International Roaming yaitu Singapore, Australia, Malaysia, New Zealand, HongKong, Taiwan, Macau, Brunei, Korea Selatan, India, Jepang, Filipina, Thailand, Bangladesh, dan Cina.

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan