fbpx

7 Tradisi Agraris Yang Hanya Ada Di Indonesia

Pemandangan Sawa Luas Pada Saat Matahari Terbit

Kata Agraris mungkin sudah tidak asing bagi kita masyarakat yang berada di Indonesia. Agraris yang berasal dari Agraria yang arti singkatnya pertanahan. Indonesia yang memiliki tanah yang subur serta iklim bagus untuk bercocok tanam disebut sebagai negara agraris. Profesi sebagai petani dan pembudidaya tanaman juga mewakili kata agraris.

Sebelumnya Indonesia juga disebut sebagai negara maritim. yaitu negara dengan sebagian besar wilayahnya merupakan perairan luas. Singkat kesimpulannya, Indonesia memiliki kekayaan akan sektor pertanian dan perikanan.

Sebelumnya kami pernah menuliskan kebudayaan maritim yang ada di Indonesia. Kali ini, kami akan menyebutkan 7 kebudayaan atau tradisi agraris yang dilakukan masyarakat Indonesia.

1. Wilujengan — Jawa Tengah

persiapan tradisi wilujengan dengan menyiapkan beberapa makanan

Tradisi yang hampir kita selalu temui di daerah Jawa Tengah ini awalnya berasal dari Yogyakarta. Tidak hanya tradisi agraris, sebenarnya ritual ini merupakan bentuk rasa syukur untuk meminta keselamatan. Acara ini digelar dengan melakukan doa-doa agama Islam beserta beberapa sesajian. Nantinya sesajian ini akan dimakan bersama-sama yang menghadiri acara Wilujengan ini.
Di beberapa desa atau daerah pertanian, Wilujengan digelar sebelum cocok tanam dan setelah panen besar.

2. Tradisi Rengkong — Jawa Barat

tradisi dengan memanggul panen padi

Disebut sebagai kesenian yang bermula dari daerah Bumi Parahyangan. Rengkong yang digelar oleh masyarakat Sunda ini memang sebuah tradisi agraris. Rengkong sendiri memiliki arti yaitu alat pemanggul beras. Ritual ini digelar setelah panen padi besar dengan cara para pria mengenakan seragam hitam bertani dan memanggul hasil tanaman padi yang sudah dikeringkan.
Hanya saja, tradisi ini terbilang sudah jarang dilakukan karena tidak ada generasi penerus yang melakukan ritual ini.

3. Tradisi Ngarot — Jawa Barat

tradisi dengan pertunjukkan tarian wanita yang di dandani

Berasal dari bahasa sunda yang berarti bebas kutukan. Tradisi ini merupakan pesta tanam yang dilaksanakan di Indramayu, Jawa Barat. Dengan tujuan mendapatkan hasil panen yang baik, ritual ini dilakukan oleh pemuda-mudi di desa setempat. Tradisi ini sudah eksis dari beberapa ratus tahun yang lalu.
Ritual Ngarot ini dilakukan dengan cara remaja putra-putri dirias dengan pakaian adat melaksanakan acara arak-arakan (pembuka), seserahan, dan puncak acara pesta pertunjukan.

4. Mappadendang — Sulawesi Selatan

para wanita menyiapkan bambu untuk acara mappdendang

Disebut juga sebagai pesta pasca panen suku Bugis yang menunjukan rasa syukur atas keberhasilan dalam menanam padi kepada yang maha kuasa. Tradisi agraris ini pun sudah ada cukup lama sejak awal suku Bugis. Cara pelaksanaan ritual ini unik dan juga benar-benar fokus pada tanaman padi.
Inti dari Mappadendang adalah menumbuk padi, tapi sebelum dilakukan, masyarakat setempat menyiapkan beberapa peralatan. Terdiri dari 6 perempuan dan 3 pria beserta peralatan tradisional menumbuk padi.

5. Mattojang — Sulawesi Selatan

mencoba ayunan raksasa, mattojang khas dari sulawesi selatan

Masih dalam tradisi suku Bugis, namun kali ini acara yang dilakukan lebih menegangkan. Mattojang yang berasal dari kata “tojang” memiliki arti ayunan. Tradisi ini benar-benar mirip seperti bermain ayunan di taman, tetapi ayunan raksasa dan peserta akan di tarik menggunakan tali agar mengayun kencang dan tinggi.
Beberapa wisatawan juga tertarik mencobanya meski tidak tuntas, karena Mattojang ini tanpa menggunakan pengaman, jadi seperti ayunan biasa dengan ukuran raksasa serta laju kencang dan tinggi.

6. Pacu Jawi — Sumatera Barat

Seorang pria melakukan pacu jawi dengan mengendarai dua ekor sapi

Mungkin anda masih mengingat “Karapan Sapi”. Jika iya, maka Pacu Jawi yang berasal dari Tanah Datar, Sumatera Barat ini memiliki kemiripan. Menaiki pacuan dibelakang diantara dua sapi, Pacu Jawi ini sangat mirip dengan Karapan Sapi yang berasal dari madura. Perbedaanya adalah, Karapan Sapi dilakukan di permukaan datar kering, sedangkan Pacu Jawi dilakukan di permukaan sawah.
Ritual agraris ini memang bertujuan untuk membajak sawah. Tradisi ini digelar seperti perlombaan, dimana peserta yang bisa bertahan lama adalah pemenangnya.

7. Tradisi Bondang — Sumatera Utara

seorang pria sedang menyangkul tanah untuk disiapkan ditanami

Sementara yang lain menggunakan cocok tanam modern, Tradisi Bondang di Asahan, Sumatera Utara adalah kebalikannya. Cocok tanam modern yang dimaksud salah satunya adalah penggunaan pestisida, mesin diesel untuk pengairan, dan mesin pembajak tanah. Bondang, yang berarti tanah dalam bahasa melayu, memiliki makna akan pemeliharaan lingkungan.
Sebelum tradisi Bondang digelar, masyarakat setempat akan melakukan penyembelihan ayam bersama dengan tahtim, tahlil, dan doa-doa agama Islam.

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Reply