Berwisata Masa Kini, Ragam Budaya Indonesia

Sebuah rencana wisata tentunya selalu dipikirkan sebelum kita berangkat menuju lokasi wisata. Keinginan orang untuk melakukan wisata juga bermacam-macam. Mengunjungi museum, taman hiburan, camping, atau bahkan jelajah alam di dalam negeri ataupun luar negeri. Berbagai macam cara juga tersedia, contohnya seperti biro travel yang menawarkan beragam paket wisata. Adapun yang memilih dengan cara touring menggunakan kendaraan pribadi, atau bahkan cara backpacking.

Berbicara soal wisata, bagi anda yang sudah biasa melakukan wisata ke tempat tujuan seperti diatas, tentunya itu adalah hal yang biasa saja dan bahkan membosankan. Lalu, bagaimana jika anda ternyata masih menyukai berwisata, tetapi tidak punya tempat tujuan yang menarik? Ternyata, ada sebuah wisata yang selama ini jauh lebih mengesankan daripada wisata seperti biasanya.

Objek Wisata Kebudayaan Indonesia

Wisata kebudayaan, bukankah sama saja dengan kita mengunjungi museum atau jelajah alam? disana banyak kebudayaan melimpah dari Indonesia. Anda tidak salah, namun tidak sepenuhnya benar. Museum dan alam Indonesia memanglah reflektor negeri yang mencerminkan betapa indah, hebat, dan ragamnya negeri kita ini. Tetapi hal tersebut bukan sepenuhnya refleksi dari kebudayaan Indonesia.

Kali ini, kami akan membahas objek wisata yang bahkan mancanegara pun sangat terpukau dengan keberadaannya. Sebuah objek wisata yang memiliki kekayaan dan keragaman nilai-nilai budaya Indonesia, cerminan dari Pancasila.

Desa Wisata Indonesia

Pada tahun 1995, Indonesia meresmikan desa wisata pertama yang berada di Pulau Bali, yaitu Desa Penglipuran. Sebelumnya kami sudah menulis artikel tentang Desa Penglipuran, Bangli, Bali. Desa dengan kebersihan nomor satu sejagat Indonesia itu menjadi contoh sebagai objek yang memiliki komponen utama desa wisata.

Berdasarkan komponen yang digunakan dalam pengembangan desa wisata, ada beberapa kriteria yang digunakan :

  1. Akomodasi
    Tempat tinggal para penduduk dan unit-unit pendukung (lahan, rumah, dan sebagainya). Juga tempat bermalam wisatawan yang berkunjung (Jika memungkinkan).
  1. Infrastruktur
    Akses jalan, fasilitas, pelayanan transportasi, dan struktur pendukung lainnya yang memungkinkan untuk wisatawan.
  1. Atraksi Wisata
    Kekayaan atau keindahan alam, kebudayaan dan hasil ciptaan manusia yang dinilai dari segi atraktif, menarik, dan unik.
  1. Jarak Tempuh
    Jarak dari kawasan wisata dari tempat singgah wisatawan dari ibukota provinsi atau ibukota kabupaten pada desa wisata tersebut.
  1. Luas Lahan
    Meliputi jumlah rumah, jumlah penduduk, karakter penduduk, dan luas wilayah desa. Hal ini berkaitan dengan kalkulasi kepariwisataan pada desa tersebut.
  1. Sistem Sosial
    Merupakan Kepercayaan dan kemasyarakatan yang dimiliki oleh desa wisata. Hal ini juga mengingatkan aspek penting yaitu aturan-aturan khusus serta tata cara berperilaku yang ditujukan untuk wisatawan juga.

Adat dan Kebudayaan Desa Wisata

Sebelum anda memutuskan berangkat menuju desa wisata, ada aspek penting yang harus anda perhatikan. Aspek yang dimaksud adalah pendekatan adat dan budaya desa wisata. Tidak semua desa wisata bisa kita kunjungi tanpa adanya pembinaan mengenai tata cara berperilaku sesuai dengan adat dan budaya.

Sebuah desa dinyatakan sebagai desa wisata dikarenakan salah satu kriteria sistem sosial yang dimiliki. Karena sistem sosial yang berbeda, sangatlah tidak dianjurkan jika anda bertindak sembarangan dan tidak mematuhi tradisi mereka.

Sebenarnya, saat anda sudah tiba di lokasi, anda akan diberikan pembekalan mengenai aspek penting tersebut. Masyarakat setempat dan guide tour yang akan memberikan hal tersebut. Alangkah baiknya jika anda sudah mengetahui sedari awal untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Interaksi Secara Langsung Desa Wisata

Meski dengan adat dan kebudayaan yang berbeda, tidak menutup kemungkinan anda diperbolehkan untuk tinggal atau bermalam di desa wisata. Bagaimanapun juga, anda tidak sepenuhnya memiliki akses yang sama dengan masyarakat lokal.

Mungkin hal ini nampak meresahkan dan tidak mengenakkan bagi anda yang belum mengetahui berwisata di desa wisata. Jangan khawatir, jika anda adalah seseorang yang tertarik dengan kebudayaan, keindahan alam, dan nilai-nilai sosial, persiapan dan keberangkatan anda tidaklah sia-sia.

Jika kita mengingat kembali Pancasila, tepatnya sila ke-3, disinilah kita akan segera mengetahuinya, bagaimana keragaman nilai-nilai budaya dan sosial yang dimiliki oleh Indonesia. Anda akan segera mengetahuinya saat anda berkunjung ke desa wisata, dan melakukan interaksi secara langsung pada masyarakat setempat.

Berbagai sumber mengatakan bermacam-macam pengalamannya. Mulai dari kaget, kagum, tidak menyangka, hingga terkesan melihat bagaimana bisa masyarakat tersebut sangat unik dan hebat, berbeda dengan kita. Meski berbeda tetap satu. Adapun yang mengatakan, mereka seperti kerajaan kecil yang sangat makmur.

Beberapa Rekomendasi Tujuan

desa_penglipuran

Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) saat ini Indonesia memiliki 1734 desa wisata. Sangat banyak dan membuat anda bingung untuk memutuskan tujuan bukan? Disini kami akan memberi sedikit rekomendasi desa wisata dari beberapa sumber.

  1. Desa Penglipuran, Bangli, Bali
    Desa wisata dengan keindahan alam beserta kebersihannya yang dinyatakan sebagai desa terbersih se-Indonesia. Tradisi dan budaya yang masih sangat melekat bisa menjadi hal baru bagi anda.
  1. Desa Wae Rebo, Satarmase, NTT
    Desa wisata yang terletak di dataran tinggi. Hijaunya lahan desa dengan hamparan gunung yang menyejukkan menjadi daya tarik objek wisata ini. Rumah dengan bentuk kerucut dan tatanan rapi akan membuat anda semakin terpukau dan terheran-heran.
  1. Desa Trunyan, Bangli, Bali
    Bagi anda yang menyukai misteri dan nuansa mistis, desa wisata ini sangat cocok untuk anda. Pemandangan hijau dan tengkorak manusia yang disusun akan mengitari perjalanan anda. Masyarakat setempat memiliki tradisi, ketika seseorang meninggal, maka jenazah diletakkan diatas tanah tanpa dikubur atau dibakar.
  1. Desa Kete Kesu, Toraja, Sulawesi Selatan
    Masih membahas tentang mistis, desa ini hampir serupa dengan desa trunyan. Perbedaanya terletak pada tengkorak yang ada di tebing batu. Pemakaman dilakukan dengan menguburkan jenazah di tebing batu,gua alam, gunung batu, hingga patene (makam rumah). Meski begitu, Tatanan rumah dan pemandangan alam desa ini sangatlah luar biasa.
  1. Desa Baduy, Lebak, Banten
    Jika berbicara Suku Baduy, tentu anda mengetahuinya, mengingat media massa sering memberitakan hal ini. Dengan jarak tempuh jelajah alam kurang lebih 4-5jam, lelah anda akan langsung terbayarkan dengan pesona alam yang dimiliki desa ini. Udara segar, air sungai murni bersih, dan rumah dengan konsep bambu membuat kita melupakan peradaban kota yang menyesakkan.
  1. Desa dengan Masyarakat Mata Biru
    Mengingat sejarah Indonesia pernah dijajah oleh bangsa Portugis dan Belanda. Desa Lamno di Aceh, Pulau Kisar di Maluku, Halmahera Timur di Maluku, dan Pulau Siompu bisa disebut sebagai peninggalan sejarah tersebut. Meski pesona alam yang ditawarkan tidak bersaing dengan desa wisata lainnya, anda akan bertemu beberapa masyarakat Indonesia yang unik. Disini pun anda bisa mempelajari beberapa sejarah yang tidak tertulis dan yang tidak diajarkan saat anda menempuh pendidikan.
Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan