Brand Smartphone Yang Gagal Mendarat

techradar.com

Memiliki smartphone yang bagus adalah dambaan semua orang, oleh karenanya banyak perusahaan yang berlomba – lomba untuk membuat smartphone terbaik. Saat ini banyak dijual di pasaran berbagai merk atau brand smartphone yang banyak digunakan dan laris.

Brand terkenal seperti Apple, Samsung, atau Xiaomi yang  kini merajai pasar smartphone di tanah air. Merk tersebut tentu sudah tidak asing digunakan warga Indonesia karena memiliki banyak keunggulan.

Namun tidak semua brand smartphone dijual di Indonesia. Ada juga smartphone yang sebenarnya bagus namun tidak dijual atau ‘gagal mendarat’ di Indonesia karena beberapa faktor. Misalnya faktor izin, peraturan pemerintah, tidak laku atau memenuhi ekspektasi pasar, dan faktor lainnya. Kami merangkum beberapa smartphone yang tidak masuk Indonesia, antara lain sebagai berikut.

1. HTC – Seri U12 +

HTC adalah pabrikan asal Taiwan yang sebenarnya memproduksi smartphone terbaik dengan standar tinggi dan harganya yang premium. Namun untuk seri U12+ smartphone ini tidak dijual di Indonesia karena beberapa faktor.
Secara spesifikasi, HTC U12+ merupakan smartphone dengan desain premium. Spesifikasinya pun cukup tinggi, misalnya layar 6 inchi dengan resolusi 1440×2280 537 ppi. Semua bodi dan layar dilapisi lapisan Gorilla Glass sehingga tangguh digunakan. Selain itu prosesor pada HTC U12+ adalah Qualcomm Snapdragon 845 dengan ram 6GB serta memori internal 64GB/128GB.
Tentu dengan spesifikasi seperti itu  membuat HTC U12+ layak disandang sebagai salah satu smartphone premium di dunia. Namun masalah perizinan dan peraturan TKDN di Indonesia menghalangi smartphone ini untuk gagal mendarat.

2. Motorola Smartphone

Motorola adalah pabrikan smartphone yang sudah eksis di tahun 2000an dengan banyak model dan tipe smartphone unik. Namun setelah beberapa dekade, ponsel ini mengalami penurunan penjualan sehingga tidak laku di pasaran, termasuk di
Kondisi tersebut tidak menghalangi Motorola untuk tetap memproduksi smartphone contohnya Motorola Moto Z3. Spesifikasinya chipset Snapdragon 835. Spesifikasi lainnya ialah RAM 4GB atau 6GB dengan memori internal 64GB atau 128GB. Meski spesifikasinya cukup bagus, namun pasar Indonesia tidak terlalu berminat dengan Motorola sehingga ponsel ini tidak dijual atau tidak laku di pasaran.

3. Google Nexus

Meski Google adalah perusahaan yang menciptakan Android, bukan berarti dalam membuat perangkat semuanya sukses. Contoh pada Google Nexus yang gagal dijual di Indonesia bahkan sejak seri awal seperti Nexus One.
Hal ini didasari oleh beberapa faktor, misalnya kalah saing dengan iPhone, aturan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) Indonesia, dan faktor lainnya. Contoh terakhir adalah pada seri Huawei Nexus 6P yang gagal mendarat karena faktor aturan TKDN.

4. Razer Phone

Meski smartphone Razer adalah yang terbaik saat ini untuk urusan gaming, bukan berarti smartphone ini laku di pasaran, termasuk di Indonesia. Razer phone merupakan smartphone kelas premium yang menjanjikan pengalaman gaming maksimal dengan spesifikasi tinggi.
Razer phone memiliki spesifikasi prosesor Snapdragon 835, Adreno 540 GPU, memiliki  8GB RAM LPDRR4, dan memori internal 64GB yang juga didukung dengan kartu microSD. Spesifikasi lainnya adalah kamera 12MP, Dolby Atmos Audio, dan baterai 4000mAh.
Spesifikasi Razer Phone yang tinggi menjadikan harganya juga ikut tinggi, di Amerika ponsel ini dijual dengan harga sekitar 9.5 juta rupiah. Meski bagus dari segi spesifikasi dan pengalaman, namun karena beberapa kendala menjadikannya absen di Indonesia.

5. SONY – Seri XPERIA XZ2

Sebenarnya Sony merupakan brand smartphone yang cukup sukses di Indonesia, namun karena minimnya minat pembeli menjadikan Sony mengurangi produksi. Sony mengalihkan fokus pemasaran handphone dari Indonesia karena pertumbuhan ponsel yang kecil. Contoh nyata ada pada ponsel premium mereka yakni Sony Xperia XZ2.
Sony Xperia XZ2 memiliki spesifikasi tinggi layaknya smartphone premium lainnya. Seperti prosesor Qualcomm Snapdragon 845, RAM 4GB, memori internal 64GB. Secara tampilan juga cukup baik dengan layar 5.7 inch Gorilla Glass yang tangguh. Banyak fitur premium lain yang ada pada ponsel ini, namun karena kendala pasar membuat ponsel ini menarik diri dari Indonesia.

6. Essential Phone

Smartphone ini memang tidak dijual di Indonesia karena aturan TKDN mengharuskan komponen dalam negeri pada ponsel. Hal inilah yang menjadikan beberapa ponsel premium gagal mendarat di Indonesia karena tersandung aturan ini. Salah satunya pada smartphone Essential Phone.
Spesifikasi Essential Phone sebenarnya cukup tinggi, smartphone ini memiliki layar bezel-less 5,71 inci dengan aspek rasio 19:10. Ponsel ini memiliki chipset Snapdragon 835, RAM 4GB dan Memori Internal 128GB.
Smartphone ini memiliki baterai berkapasitas 3,040mAh. Bagian belakangnya dilengkapi sistem dual camera yang dengan kamera belakang resolusi 13MP aperture f / 1.85. Kamera depan ponsel ini memiliki resolusi 8MP aperture f / 2.2. Meski spesifikasinya bagus, namun aturan yang berlaku di Indonesia membuat ponsel ini tidak dijual di Indonesia.

7. OnePlus 6

Oneplus merupakan brand Tiongkok yang sebenarnya telah memasarkan ponsel di Indonesia, tapi karena aturan TKDN membuatnya menarik diri dari Indonesia. Karena hal tersebut salahs atu seri ponsel premium, takni OnePlus 6 gagal mendarat di tanah air.
Spesifikasi ponsel ini sebenarnya cukup tinggi untuk standar smartphone premium. Seperti Qualcomm Snapdragon 845 octacore, RAM 6GB / 8GB dan memori internal 64GB/128GB/256GB. Layarnya cukup besar sekitar 6.28 inch dengan resolusi 2280×1080p.
Selain itu banyak fitur premium lainnya di jaringan dan fotografi. Namun karena kendala aturan dan juga pasar menjadikan OnePlus 6 tidak dijual di tanah air.

Alangkah baiknya jika smartphone di atas beredar di Indonesia karena bisa saja ada yang berminat terhadap smartphone tersebut. Namun kita harus patuhi segala aturan dari pemerintah demi kebaikan bersama. Semoga tulisan kami bermanfaat bagi anda.

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan