DAC dan AMP. Apa Perlu?

dac_amp_laptop

Menikmati musik atau lagu dengan keluaran suara yang bagus adalah hal yang didambakan semua pecinta musik. Separasi suara serta jernihnya suara melodi, jelasnya suara vokal, dan hentakan bass yang rapi menjadi tolak ukur utama. Alunan musik memang bisa merubah suasana hati kita berdasarkan jenis musik dan apa yang dirasakan pendengar. Musik yang dinilai biasa saja juga akan berubah ketika didengar dengan tolak ukur utama seperti yang disebutkan diatas.

Setelah menulis artikel berjudul Rekomendasi Earphone Murah Kualitas Mewah, kali ini kami akan membahas apakah kita memerlukan DAC dan AMP untuk mencapai hasil suara yang diinginkan. Banyak faktor yang akan dibahas jika kita ingin menilik lebih dalam. Kami akan meringkas sehingga anda akan mudah memahaminya.

Pengertian Dasar DAC dan AMP

Digital to Analog Converter (DAC) dan Amplifier (AMP) memang bukanlah istilah yang sering didengar. Ketika orang hanya sekedar mengetahui tanpa memahami sedikit saja, DAC dan AMP memiliki fungsi yang sama. Melihat di beberapa produk DAC dan AMP pun orang beranggapan sama. Padahal, fungsi keduanya sangatlah berbeda. Jika orang awam atau pecinta musik yang bersifat casual salah dalam mengenal produk DAC atau AMP, sebenarnya hal itu sangatlah wajar.

Ketika melihat kata “produk”, benar sekali, DAC dan AMP adalah sebuah produk perangkat audio. Sedari awal, perangkat audio memang sudah tertanam DAC dan AMP. Semua perangkat yang berkaitan dengan audio pasti memiliki DAC dan AMP. Pertanyaannya adalah, apakah hasil suara cukup seperti tolak ukur utama yang kami sebutkan di paragraf awal? Tentu saja tidak.

Pada Masa kini, perangkat bersifat portable semakin marak. Contohnya seperti smartphone dan laptop. Adapun perangkat seperti PC atau komputer yang dapat menyajikan konten audio. Ketika terbilang itu tidak cukup, dikarenakan perangkat-perangkat tersebut hanya menggunakan DAC dan AMP yang terintegrasi (On Board) yang alakadarnya.

Perbedaan dan Fungsinya

Digital to Analog Converter (DAC)

Secara singkatnya, DAC merubah suara, dan AMP memperkuat suara. Berbicara soal merubah suara, apakah sama seperti kita merubah suara melalu pengaturan equalizer pada aplikasi dan menambahkan treble dan bass? Ada jawaban iya dan tidaknya. Perubahan suara yang dilakukan DAC melalui sinyal digital dari konten sumbernya. Sedangkan equalizer hanya merekayasa hasil suara. Sudah bisa dibayangkan perbandingannya seperti apa hasil perubahan dari sumber dan hanya rekayasa.

Pada setiap produk DAC, masing-masing menawarkan chipset dan tuning yang berbeda. Meski chipset yang digunakan sama, bisa terjadi perbedaan signifikan jika tuning yang dilakukan berbeda. Hal ini yang agak sulit dijadikan pembanding, mengingat selera dan pendengaran tiap orang berbeda. Tidak ada nilai paten dalam menilai DAC, semua relatif kembali ke masing-masing orang.

Power Amplifier (Power AMP atau AMP)

Setelah merubah karakter suara, ada juga perangkat yang bertugas untuk memberikan tenaga atau power lebih. Istilah AMP dalam audio sebenarnya lebih tepat ketika disebut sebagai power AMP. Karena kita disini kita berbicara mengenai audio, maka kita sebut saja AMP atau Amplifier. Meski hanya pemberi tenaga lebih, AMP sangat berpengaruh pada kualitas suara.

Seperti DAC, produsen AMP juga menawarkan berbagai macam fitur pada setiap produknya. Seperti jenis konektor, knob volume, hingga basic equalizer. Pada headphone, earphone, ataupun speaker yang memiliki impedance besar, disinilah AMP bertugas.

Dengan impedance besar, tentu saja AMP yang terintegrasi pada perangkat seadanya tidak akan mampu mengangkat tenaga dengan maksimal. Alhasil, suara yang dihasilkan tidak maksimal seperti volume suara kecil dan ada jenis suara yang tidak terdengar.

Analogi mudahnya, anda memukul alat musik kendhang berdiameter besar dengan satu tangan dan dua tangan. Jelas suaranya akan lebih kencang jika anda memukul dengan dua tangan. Seperti itulah sifat AMP saat bertugas menambah tenaga pada perangkat audio dengan impedance besar. Keluaran suara serta volume akan menjadi maksimal.

Melakukan Pencarian dan Melihat Spesifikasi

dac_and_amp

Setelah penjelasan singkat diatas, jika anda tertarik mencobanya, harus diperhatikan ketika melakukan pencarian. Yang perlu diperhatikan adalah ada produk DAC AMP, DAC saja, dan AMP saja. Jika anda memiliki headphone, earphone, atau speaker dengan kualitas suara yang mumpuni tetapi impedance-nya tinggi, anda hanya memerlukan AMP saja.

Seperti sebaliknya, jika karakter atau kualitas suara headphone anda kurang memuaskan, anda bisa saja hanya menggunakan DAC. Meski begitu, akan lebih baik jika anda menggunakan DAC AMP agar power yang digunakan cukup dan maksimal.

Satu hal penting lagi, lihatlah pada perangkat audio apa yang secara spesifik digunakan. Karena ada perbedaan antara headphone, earphone, dan speaker. Masing-masing membutuhkan DAC AMP yang berbeda.

Satu contoh jenis headphone atau earphone DAC AMP, DAC, dan AMP yaitu SMSL M2 (DAC AMP), audioengine D1 (DAC), dan Topping NX1s (AMP).

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan