Desa Penglipuran, Tempat Terbersih Sejagat Indonesia

desa_wisata_penglipuran

Mencari tempat yang indah dan bersih untuk bersinggah adalah keinginan bagi semua orang di Indonesia. Jika kita mengingat kembali bahwa Indonesia merupakan negara dengan kekayaan alam yang melimpah. Tentunya keindahan alam serta kebersihan yang dimiliki akan menambah nuansa yang luar biasa hebatnya.

Saat kita melirik negeri lain yang tergolong negara maju, tentunya kita tertinggal akan masalah kebersihan. Karena itu, dengan keindahan alam yang kita miliki akan lebih baik jika keindahan tersebut ditambah dengan bersihnya daerah tersebut. Lalu, apakah ada daerah di Indonesia yang memiliki keindahan alam dan bersih? Tentu saja ada.

Kali ini, kami akan membahas sebuah desa di Indonesia yang memiliki keindahan dan kebersihan terbaik sejagat Indonesia. Desa Penglipuran, Bangli, Bali

Tempat Wisata Pertama Kali di Daerah

Pada tahun 1993, Desa Penglipuran dijadikan sebagai contoh desa wisata pertama di daerah bali oleh pemerintah daerah. Desa yang masih mempertahankan konsep kebersamaan dan berpadu dengan alam ini benar-benar memiliki keselarasan dengan sesama. Dengan tatanan bangunan rapi dan lingkungan yang bersih, desa ini memang patut dijadikan contoh pertama desa wisata di Bali.

Sejarah singkat dari desa ini, dahulu saat Kerajaan Bangli berdiri, tempat ini sering dikunjungi oleh Raja Bangli untuk bermeditasi dan bersantai. Masyarakat akhirnya memiliki 2 persepsi dari nama Desa Penglipuran. Penglipuran dari kata pelipur yang artinya “hibur” dan´lipur yang artinya “ketidakbahagiaan”. Persepsi berikutnya dari kata pengeling yang berarti “ingat” dan pura yang berarti “tempat leluhur”.

Desa Dengan Adat dan Kebudayaan Tradisional Bali

Selain dijadikan contoh desa wisata pertama karena konsep keindahan alam, kebersamaan, dan kebersihannya, desa ini tergolong desa dengan adat dan kebudayaan tradisional yang kuat. Masyarakat daerah ini masih konsisten mempertahankan adat yang sudah lama eksisten sejak berdirinya desa ini.

Dahulu kala saat Kerajaan Bangli berdiri, Raja sering meminta orang-orang yang ahli dalam kegiatan agama datang ke wilayahnya. Karena jaraknya yang cukup jauh, akhirnya Raja memberikan daerah sementara kepada orang-orang ahli agama tersebut untuk beristirahat. Akhirnya tempat istirahat tersebut dijadikan Desa bernama Penglipuran.

Tempat yang dijadikan Raja bermeditasi dan beristirahat bermula juga karena hal tersebut. Masyarakat dengan adat tradisional yang kuat juga berasal dari sejarah singkat tersebut.

Lahan dan Beberapa Adat yang Diterapkan

Pembagian lahan di Desa Penglipuran sangat dipengaruhi oleh Tri Mandala. Apa itu Tri Mandala? Penjelasan singkatnya yaitu Tri (Tiga) dan Mandala (Wilayah/Daerah). Tri Mandala merupakan ajaran agama Hindu untuk membagi lahan sesuai dengan nilai kesuciannya.

Berikut pembagian lahan pada Desa Penglipuran

  1. Utama Mandala adalah tempat paling suci dan berada di paling utara desa. Digunakan sebagai tempat penyembahan Dewa-Dewa.
  2. Madya Mandala adalah wilayah untuk manusia. Disinilah masyarakat Desa Penglipuran tinggal bersama.
  3. Nista Mandala adalah wilayah paling selatan yang berisikan kuburan desa dan Pura Dalem. Tempat ini dianggap zona yang tidak suci

Jika Berbicara mengenai masyarakat Desa Penglipuran, mereka juga tidak memperbolehkan sistem poligami disana. Jika ditemukan hal tersebut, orang yang berkaitan akan dipindahkan ke daerah desa terendah. Hak dan kewajiban orang tersebut akan dicabut secara penuh.

Tempat Wisata yang Sangat Direkomendasikan

Setelah tahun 2012, akses untuk menuju Desa Penglipuran sangat mudah. Meski belum ada transportasi umum, tetapi anda bisa menyewa kendaraan untuk menuju kesana. Sebelum menuju ke desa tersebut, wisatawan juga dibekali mengenai cara berperilaku yang sesuai tradisi dan budaya, sehingga tidak perlu khawatir akan terjadi miskomunikasi.

Sejak adanya pemberian pengetahuan mengenai tata cara di Desa Penglipuran, beberapa wisatawan juga diperbolehkan untuk tinggal lebih lama disana. Adanya beberapa guide tour juga membantu bagaimana tata caranya.

Kami sangat merekomendasikan desa wisata ini bagi anda yang ingin berlibur ke Pulau Bali. Perpaduan keindahan alam dan lingkungan yang bersih. Masyarakat setempat juga cukup ramah menyambut kedatangan wisatawan.

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan