Game Terbaik belum Tentu Populer

Background PUBG
apkmody.io

Game sudah menjadi bagian sehari – hari dari aktivitas manusia saat ini. Game yang baik tentu memiliki graphic yang tinggi, story line dan game play yang menarik pula. Tapi apakah game yang memiliki graphic yang tinggi, story line dan game play yang menarik akan membuat game tersebut menjadi populer? Mari kita bahas dalam tulisan berikut.

Seiring dengan perkembangan zaman, game-game android kini banyak digemari oleh banyak kalangan. Jika dulu kita bermain game sendirian, kini kita sudah bisa bermain game secara bersama-sama dari berbagai belahan dunia. Bisa dipastikan semua game yang kini tren dan banyak penggunanya ada pada android.

Game juga merupakan salah satu aplikasi yang sangat berkembang pesat di dunia, perubahan dan juga selera dari si pengguna sangat mempengaruhi programer untuk bekerja lebih keras serta menampilkan jenis game yang terbaru dan disukai oleh pasaran.

Contoh Game Yang Tidak Populer Meski Baik

Vainglory merupakan game MOBA (multiplayer online battle arena) yang memiliki kualitas grafik HD bahkan paling baik diantara MOBA Analog lainnya. Game Vainglory yang dulunya menggunakan fitur tap-tap kini telah menerapkan fitur analog untuk mengatur heronya. Ternyata game Vainglory tidak masuk dalam daftar 10 game terpopuler di Playstore.

Bahkan game Vainglory sempat diisukan sebagai “dead game” perihal ranah e-sportnya yang sedang pasif di tahun 2018. Sehingga game Vainglory menjadi sepi pemain. Meskipun Vainglory memiliki kualitas grafis yang sangat tinggi, sayangnya grafis yang berkualitas tinggi tidak selamanya menjadi pilihan para gamers.

Tren Game Terbaik Saat Ini di Indonesia

Usai MOBA (multiplayer online battle arena) menguasai game tanah air, kini game ‘tembak-tembakan’ dengan konsep battle royal sedang menjadi tren belakangan ini. Game yang saat ini sedang banyak digemari oleh banyak kalangan adalah PUBG. Permainannya pun sederhana dengan mengusung konsep survivor. Ada banyak strategi yang bisa digunakan dalam permainan ini.

Permainan ini memiliki cara bermain yang unik. Mulai dari bersembunyi sepanjang permainan atau berlagak seperti suku bar-bar. Menawarkan sistem survival yang hanya menyisahkan satu orang pemenang dari 100 pemain yang ada.

PUBG berhasil membuat para gamer merasakan tantangan tersendiri karena dalam bertahan hidup mereka di haruskan untuk mencari senjata, obat-obatan, kendaraan hingga persedian lain agar dapat mengalahkan pemain lain dan menjadi pemenangnya.

Ada empat peta yang ditawarkan dalam permainan ini dan kamu bisa memilih bersama kawan-kawanmu seebagai tim atau bermain sendirian. Inti dari game ini adalah untuk mendapatkan Chicken Dinner (istilah pemenang dari game ini), bertahan hidup dalam game ini agar menjadi 1 pemain yang tersisa adalah kunci dari permainan.

Dari kedua genre yang sudah disebutkan, adapun genre MMORPG yang digemari banyak pemain game. Saat ini, yang sedang menjadi trend adalah Ragnarok Mobile. Jika menyebutkan game terbaik, mayoritas gamers menilai dengan istilah, itu adalah game dengan Play to Win dan bukan Pay to Win. Ragnarok Mobile sendiri adalah sebuah game Pay to Win dari sudut pandang gamer kritis.

Banyak dari pemain game ini yang hingga rela menggelontorkan banyak dana untuk membeli item di dalam game. Adapun yang menawarkan barang lain (barter) dan ada juga yang menggunakan pulsa dengan cara convert pulsa pada sistem transaksi pembelian item. Ada juga gamer yang menyebutnya dengan sulap pulsa.

Kepopuleran PUBG

Mengapa PUBG begitu populer di Indonesia? Satu hal yang pasti adalah komitmen sang Developer. Meski game memiliki Gameplay bagus, Story juga bagus, tapi apabila Developer-nya kurang memperhatikan peminat pemainnya, maka game tersebut mudah ditinggalkan. Game yang baik adalah ketika Developer-nya mendengarkan keinginan para pemainnya.

Developer atau perusahaan yang membuat game tersebut adalah satu – satunya pihak yang mengerti secara teknis seluk beluk dari bug, error, cheat, update, content in game dan sebagainya. Untuk update in game juga sama, hanya Developer game yang berhak mengaturnya.

Walaupun para pemain “berteriak-teriak” meminta update yang diinginkan segera dirilis, tapi kalau Developer gamenya tidak maju, para pemain dan publisher game tidak bisa berbuat apa-apa. Ada game yang diawal bagus, menarik, dan lain sebagainya.

Tapi karena Developer-nya kurang peduli terhadap para pemainnya, hingga membuat keputusan yang merugikan bagi para pemain. Akhirnya game itu pun akan ditinggalkan oleh para pemain lamanya.

Kesimpulan

Berdasarkan dua perbandingan game di atas, game baik sekalipun (baik dari segi grafik dan permainan) tidak akan berkembang dan populer karena kurangnya pemahaman pengguna akan game ini dan kurangnya dukungan dari pihak pengembang seperti adanya update yang menjadikannya kurang populer dan mudah ditinggalkan.

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Reply