Jenis – Jenis Driver Pada Perangkat Audio

geekdad.com

Setelah beberapa kali membahas beberapa segmen audio di artikel sebelumnya, kali ini kami akan membahas jenis driver yang digunakan pada perangkat audio. Komponen yang digunakan dalam perangkat audio seperti earphone, headphone, headset, dan speaker disebut driver. Hal itu adalah komponen utama yang menghasilkan bentuk suara pada perangkat audio.

Ada empat jenis driver yang digunakan pada perangkat audio. Mari kita simak bersama – sama.

1. Dynamic Driver

Driver ini adalah komponen yang sudah umum dan banyak digunakan oleh produsen audio. Dynamic driver atau DD digunakan pada perangkat audio low end sampai pada level high end. Komponen ini memiliki biaya produksi yang relatif rendah. Pada level audio high end, DD di produksi dengan material atau bahan yang lain, serta tuning soundsignature (karakter suara) secara khusus oleh produsen.

Meski disebut komponen murah, hal ini tidak bisa dikatakan sebagai paten dalam menilai kualitas suaranya. Karena DD memiliki variasi dan pilihan yang banyak untuk di gunakan pada perangkat tertentu. Misalnya saja, DD dapat di produksi dengan impedansi yang rendah, bahkan yang tinggi sekalipun mencapai 300ohms.

Contoh perangkat yang menggunakan dynamic driver adalah Audio Technica M40x dengan impedansi 35ohms, beyerdynamic DT770 Pro dengan impedansi 250ohms, dan Sennheiser HD 800 S dengan impedansi 300ohms.

2. Balance Armature Driver

Bentuk persegi panjang dan ukuran yang kecil, inilah Balance Armature Driver atau disebut BA driver. Komponen ini hanya di temukan pada perangkat audio berjenis IEM saja. Biasanya driver ini dikombinasikan dengan DD karena rentang frekuensi yang dihasilkan oleh BA driver cenderung pada frekuensi tinggi.

Komponen ini terbilang relatif murah karena dianggap sebagai komponen pendukung dalam hal konfigurasi suara. Meski begitu, beberapa produsen membuat IEM hanya dengan menggunakan BA driver. Penggunaanya pun tidak hanya satu buah, melainkan dua buah atau lebih, disebut juga sebagai multi driver.

Contoh perangkat audio yang menggunakan BA driver adalah 64 Audio A/U18 Tzar dengan 18 buah BA driver, Campfire Andromeda dengan 5 buah BA driver, dan KZ AS10 dengan 5 buah BA driver.

3. Planar Magnetic Driver

Headphone dan Headset premium, inilah sebutan perangkat audio yang menggunakan Planar Magnetic Driver. Komponen ini memang masih jarang ditemukan pada perangkat audio yang umum karena harganya yang relatif mahal. Hampir tidak ada perangkat audio segmen low end atau murah yang menggunakan driver ini. Bentuk dari driver ini sendiri cukup unik, yaitu merupakan lapisan – lapisan magnet.

Dalam segmen premium pun, perangkat audio dengan planar dikatakan tidak begitu menyenangkan karena sifatnya yang tidak portable. Kebanyakan komponen ini memiliki impedansi yang tinggi. Beberapa ahli audio pun mengatakan meski dengan impedansi yang rendah, driver ini tetap membutuhkan suplai tenaga yang besar agar maksimal. Contohnya dengan menggunakan DAC AMP.

Contoh perangkat audio dengan Planar Magnetic Driver yaitu seperti RHA CL2 dengan impedansi 15ohms, Audeze iSINE20 dengan impedansi 24ohms, dan Audeze LCD2C dengan impedansi 70ohms.

4. Electrostatic Driver

Kali ini kita akan membahas komponen audio termahal, yaitu driver Electrostatic Driver. Perangkat audio dengan driver ini berada di kelas atau grade SS, karena harganya yang sangat mahal. Hanya beberapa produsen saja yang membuat perangkat audio dengan driver ini. Beberapa diantaranya adalah produsen yang tidak banyak orang mengetahuinya.

Bentuk dari driver ini sendiri cukuplah menarik, kami akan memberikan ilustrasi singkat saja. Jika anda masih mengingat kertas film dari kamera lawas, seperti itulah kurang lebihnya bentuk driver electrostatic. Dilapisi dengan lapisan bernama stator. Perangkat audio yang menggunakan driver ini di prioritaskan untuk penggunaan dalam ruangan dengan jenis format file yang terbaik.

Perawatan pada perangkat audio yang menggunakan driver ini pun tidaklah mudah. Dikarenakan desain yang open untuk menghasilkan suara yang lepas dan natural, debu dan kotoran bisa dengan mudah masuk jika anda tidak melindungi dan menempatkannya di tempat yang baik. Bahkan driver ini membutuhkan daya tambahan yang disebut sebagai energiser. Tentu saja impedansi dari driver ini sangatlah tinggi.

Contoh perangkat audio dengan Electrostatic Driver adalah Koss ESP-950 dengan impedansi 100.000ohms, STAX SR-009S dengan impedansi 145.000ohms, dan Sennheiser HE-1 Orpheus dengan impedansi 40.000ohms

Demikianlah pembahasan kami tentang jenis – jenis driver pada perangkat audio. Semoga artikel deskriptif yang singkat ini informatif bagi anda.

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan