Kebijakan Biaya Transfer Antar Bank Terbaru

Menjelang akhir tahun ada berita baik bagi para penggiat bisnis ataupun bagi orang yang terbiasa melakukan transaksi transfer antar bank. Bank Indonesia melalui realisasi BI-FAST nya akan memberlakukan kebijakan baru yaitu penurunan biaya transfer antar bank.

BI-FAST adalah infrastruktur SP ritel yang dapat memfasilitasi pembayaran ritel menggunakan berbagai instrumen dan kanal pembayaran yang dapat dilakukan secara real time dan tersedia 24 jam penuh. Singkatnya, BI-FAST adalah salah satu fasilitas yang diberikan oleh Bank Indonesia untuk mendukung konsolidasi industri dan integrasi ekonomi dan keuangan digital (EKD) secara end to end.

Tarif yang ditetapkan Bank Indonesia kepada peserta BI-Fast sendiri adalah sebesar Rp 19 per transaksi, dan tarif maksimal dari bank ke nasabah sebesar Rp 2.500 per 1 transaksi. Tarif Rp 2.500 sendiri adalah tarif maksimal dan tentu saja tarif tersebut lebih murah dari tarif Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) yang berlaku sekarang, yaitu sebesar Rp 2.900 per transaksi. Disisi lain, batas maksimal nominal transaksi yang digunakan melalui BI-Fast adalah sebesar Rp 250 juta per transaksi. Bank sentral menetapkan ini untuk penggunaan sistem BI-Fast yang dikhususkan untuk pembayaran ritel.

Tentu saja dengan kebijakan baru ini akan meringankan beban para pengusaha ritel ataupun penggiat bisnis digital untuk menjalankaan bisnis nya di masa pandemi seperti sekarang, dan juga dengan margin biaya transfer yang baru ini juga bisa dijadikan sumber investasi pebisnis. Contoh lain berinvestasi seperti melalui tukar pulsa menjadi uang dengan jasa convert pulsa terpecaya Viapulsa.

Kebijakan biaya transfer antar bank yang baru nanti akan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu mulai bulan Desember 2021 dan minggu keempat di bulan Januari 2022. Pada bulan Desember 2021 nanti, implementasi BI-Fast akan terfokus pada layanan transfer kredit individual.  Kemudian, selanjutnya akan diperluas secara bertahap ke layanan bulk credit, direct debit,  hingga request for payment. Beberapa bank nanti nya akan menerapkan tarif Rp 2500 untuk transaksi antar-bank yang baru antara lain :

Tahap Pertama

BTN , DBS Indonesia, Bank Mandiri, Bank Permata, Bank Danamon, BCA, CIMB Niaga, UOB, HSBC, Bank Mega, BNI, BSI, BRI, OCBC NISP, UUS BTN, UUS PERMATA, UUS CIMB Niaga, UUS Danamon, BCA Syariah, Bank Sinarmas, Citibank, dan Bank Woori. 

Tahap Kedua

KSEI, Bank Sahabat Sampoerna, Bank Harda Internasional, Bank Maspion, KEB hana, BRI Agroniaga, Ina Perdana, Bank Mantap, Bank Nobu, UUS jatim, Jatim, Multi Artha Sentosa, Bank Mestika Dharma, Bank Ganesha, UUS OCBC NISP, Bank Digital BCA, UUS Sinarmas, Bank Jateng, UUS Bank Jateng, BPD Bali, Standard Chartered, Bank Papua.

Author

Zulfikar Jauhari

Zulfikar Jauhari

Zulfikar is a digital content writer at ViaPulsa. He keeps on pursuing opportunities to engage with more people through articles about Internet Marketing and other IT-related issues. During his free time, he enjoys playing Mobile Legends.

Related Post

This Post Has 2 Comments

Leave a Reply