Madiun, Dari Sambel Pecel Hingga Seni Silat

pecel_madiun
salingamanah.com

Madiun, Jawa Timur adalah sebuah kota yang tidak asing bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat pulau Jawa. Madiun sendiri jika dihitung bersama eks-karesidenannya sangatlah luas. Wilayahnya mencakup Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Ponorogo, hingga Kabupaten Pacitan. Jika sudah berbicara mengenai Madiun, banyak sekali sudut pandang masing-masing yang diberikan dari kaum muda hingga kaum legend.

Julukan Kota Madiun Yang Sering Salah Kira

Madiun memiliki julukan bermacam-macam. Ada yang berkata kota pecel, kota pendekar, dan bahkan masih ada stigma orang yang mengatakan Madiun merupakan kota berkembangnya ideologi komunis. Di artikel ini akan segera dijelaskan mengenai hal tersebut. Julukan yang sudah digunakan oleh pemerintah daerah sebenarnya adalah “Madiun Kota Gadis”. Lalu, apa benar “Gadis” yang dimaksud adalah kaum hawa yang belia?

Ketika berbicara “Kota Gadis”, banyak masyarakat salah mengartikan. Bahkan masyarakat setempatpun tidak jarang yang masih salah. Gadis yang dimaksud disini adalah sebuah singkatan dari Perdagangan dan Industri. Lalu bagaimana bisa Kota Madiun disebut Kota Perdagangan dan Industri? Jika kita melihat alat transportasi kereta api, itulah dia.

Kota Madiun memiliki perusahaan industri yang bergerak sebagai penyedia suku cadang dan pembuatan kereta api. Perusahaan tersebut adalah PT. INKA (Industri Kereta Api). Sebelumnya kami sempat mencantumkan PT. INKA sebagai perusahaan besar di Kota Madiun pada artikel kami. PT INKA sendiri adalah Perseron Terbatas BUMN yang merupakan perusahaan milik negara.

Selain industri kereta api, masih banyak lagi industri lainnya yang memiliki unsur kearifan lokal. Contohnya seperti Industri Pabrik Gula di beberapa kecamatan dan Industri Pabrik Kerajinan Berbahan Keramik.

Sambel Pecel Madiun Terbaik

Julukan Madiun sebagai kota sambel pecel memanglah bukan isapan jempol belaka. Banyak masyarakat luar Madiun yang berkunjung atau melewati Madiun memboyong produk sambel pecel untuk dijadikan oleh-oleh. Beberapa dari mereka pun tak lupa untuk kuliner di warung nasi pecel sebelum pulang.

Sebenarnya, pecel sendiri tersedia juga di beberapa wilayah provinsi Jawa Tengah juga seperti di daerah Yogyakarta. di Jawa Timur, selain Madiun, wilayah Blitar juga memiliki cita rasa pecel yang khas. Meski sebuah pendapat kuliner tergolong relatif dan sesuai selera, mayoritas dari mereka yang gemar kuliner pecel tetap berpendapat bahwa pecel Madiun adalah yang terbaik.

Seni Silat, Orang Madiun Kebanyakan Pendekar

paguyuban_pencak_silat_madiun
http://ilinebanyu.blogspot.com

Bisa dikatakan juga ini adalah hal yang membanggakan dan juga hal yang sedikit memiliki unsur kelucuan. Bagi masyarakat luar, bertemu dengan orang Madiun merupakan hal yang sedikit menakutkan. Bagi kaum muda, mereka beranggapan bahwa orang Madiun merupakan pendekar ahli bela diri, sehingga mereka enggan untuk berselisih dengan mereka. Beberapa orang tua bahkan ada juga yang masih beranggapan bahwa orang Madiun adalah pendekar sekaligus orang yang masih memiliki ideologi komunis. Sebenarnya hal ini sangat keliru.

Dari beberapa sumber yang mengalami tanggapan tersebut mengatakan bahwa mereka pun cukup terheran-heran dengan pemikiran hal itu. Hal ini wajar jika kita kembali melihat pada masa-masa tahun 90-an dan 2000-an. Era tersebut termasuk era dimana masyarakat sekitar memiliki ketegangan tersendiri karena kerusuhan antar perguruan silat sering terjadi.

Setiap malam tahun baru Islam atau juga disebut malam Suro, salah satu perguruan silat di Madiun memiliki tradisi tersendiri. Pada saat merayakan acara tradisi tersebut selalu diakhiri dengan aksi anarkis dan kerusuhan dengan perguruan lainnya. Seminggu setelah tanggal 1 Suro, perguruan lain yang memiliki tradisi tersendiri juga berakhir dengan kerusuhan dengan perguruan yang lainnya. Hal ini terjadi setiap tahun dan ada beberapa dari mereka yang hingga meninggal dunia. Tidak dijelaskan berapa yang meninggal dan ada yang tidak diberitakan di media massa.

Meski begitu, kabar tersebut sering terdengar sampai ke wilayah sebelah hingga akhirnya meluas. Dari tragedi inilah beberapa kaum beranggapan bahwa orang Madiun adalah pendekar ahli bela diri yang berbahaya.

Saat ini, aksi rusuh tersebut sudah tidak lagi terjadi semenjak Paguyuban Pencak Silat yang berdiri resmi sejak 3 Oktober 2013 silam. Sejak tahun 2009 pengawalan dari pihak kepolisian juga semakin ketat, sehingga aksi rusuh bisa diminimalisir.

Pemikiran Salah. Madiun Sebagai Basis Ideologi Komunis

monumen_g30spki

Bagi anda yang masih mengingat sejarah, tentu saja tidak asing dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Partai yang telah melakukan pemberontakan dan menewaskan banyak korban ini memang pernah menduduki Madiun. Karena hal ini, beberapa masyarakat luar daerah sering berpikir jika Madiun adalah basis PKI. Tentu saja ini adalah pemikiran yang sangat salah. Beberapa warga Madiun yang merantau sering mengeluhkan permasalahan ini.

Madiun dalam pemberontakan PKI juga merupakan korban yang bisa dibilang terbesar. Ada sebuah sejarah yang bernama Peristiwa Madiun dan G 30 S (Gerakan 30 Septermber). Sejarah inilah sumber yang menyatakan bahwa Madiun merupakan korban dari keganasan PKI dan bukan sebagai basis ataupun keturunan PKI.

Peristiwa Madiun adalah Pemberontakan yang dilakukan PKI pada tahun 1948, 3 tahun setelah deklarasi Indonesia merdeka. Sedangkan G 30 S adalah kudeta yang dilakukan PKI pada 30 September 1965 dengan menculik dan membunuh 6 perwira tinggi militer Indonesia beserta kerabat-kerabatnya. G 30 S juga menyebabkan presiden pertama Indonesia, Ir. H. Soekarno kehilangan kekuasaan berangsur-angsur. Tepatnya, pasca saat terbitnya Supersemar, 1 tahun setelah tragedi G 30 S.

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan