Penyebab Keragaman Budaya di Indonesia

Keragaman Budaya Yang Dimiliki Oleh Indonesia

Negara Indonesia adalah negara yang memiliki banyak pulau dan sering disebut sebagai negara kepulauan. Indonesia sendiri juga termasuk negara maritim, yaitu negara yang wilayahnya sebagian besar merupakan perairan seperti laut dan selat. Selain memiliki banyak pulau dan perairan yang luas, negara Indonesia juga memiliki banyak kebudayaan.

Sebagai masyarakat Indonesia, tentunya kita sudah mengetahui bahwa berbagai macam suku dan kebudayaan sangat banyak. Jika kita membandingkan dengan beberapa negara lain, mereka hanya memiliki sedikit suku dan budaya. Negara maritim di dunia pun tidak seperti negara Indonesia yang memiliki keragaman budaya.

Bagi anda yang penasaran dengan keragaman suku dan budaya di Indonesia, mari kita simak bersama-sama apa saja penyebabnya.

Dipisahkan Oleh Lautan yang Luas

Sejak awal sejarah sebelum Indonesia terbentuk, gugusan kepulauan Indonesia sangat besar dan dipisahkan oleh lautan yang luas. Penduduk setiap pulau saat itu mempercayai bahwa wilayahnya terpisah jauh dengan pulau dan wilayah lainnya. Mengetahui hal tersebut, penduduk setempat membentuk perkumpulan berdasarkan wilayah masing-masing dan terciptalah suku dan budaya tanpa kesengajaan.

Dengan isolasi lautan yang luas, penduduk tiap pulau sama sekali tidak bisa berhubungan dengan penduduk pulau lain. Meski sebenarnya tidak terputus sepenuhnya, hal ini menyebabkan penduduk setempat hanya bergantung dengan kekayaan alam wilayah yang dimiliki masing-masing. Mengingat bahwa seluruh pulau di Indonesia memiliki kekayaan alam yang beragam juga.

Terjadinya Imigrasi Bangsa Dari Luar

Bermula ketika penjelajahan dengan kapal laut, beberapa bangsa luar mulai memasuki kepulauan di Indonesia. Berdasarkan dari sumber sejarah Indonesia, bangsa Yunnan Selatan dan Formosa adalah bangsa luar pertama yang bermigrasi ke beberapa pulau di Indonesia pada tahun 4000 SM (Sebelum Masehi). Kedua bangsa ini sedikit memiliki kemiripan dengan bangsa Asia dan Cina. Di pulau yang saat ini bernama pulau Sumatra adalah tempat pertama mereka menetap.

Keberhasilan bangsa Yunnan Selatan dan Formosa menetap di pulau Sumatra diikuti oleh beberapa bangsa mereka yang tersisa. Bangsa Yunnan Selatan pertama yang menetap disebut juga sebagai Proto (pertama) Melayu. Sedangkan bangsa yang tersisa menetap di pulau bagian tengah serta beberapa bagian barat disebut sebagai Deutero (muda) Melayu dan Neo (baru) Melayu.

Suku dan nilai budaya di setiap pulau menjadi semakin kuat dikarenakan semakin banyaknya juga bangsa luar pertama menjadi penduduk yang tetap. Seiring berkembangnya zaman, kepulauan di Indonesia menjadi daya tarik bagi bangsa luar lainnya seperti Cina, India, dan Arab.

Terbentuknya Monarki di Indonesia

Masjid Demak, Peninggalan Dari Kerajaan Islam Demak
Masjid Demak Dari Kerajaan Demak

Setelah terjadi imigrasi dari bangsa Yunnan Selatan dan Formosa, serta bangsa asing lainnya, pedagang asing mulai berdatangan. Pedagang yang berasal dari Cina, India, dan Arab memiliki pemikiran untuk mendirikan sebuah kerajaan di Nusantara Indonesia. Pada sistem kerajaan atau monarki inilah awal mula masuknya ajaran Hindu dengan berdirinya Kerajaan Hindu pertama.

Setelah Kerajaan Hindu yang berdiri pada abad ke-2 M (Masehi), ajaran Budha mulai mengikuti mendirikan kerajaan di Indonesia pada abad ke-7 M. Pada kurun waktu tersebut, perkembangan agama Islam terus meningkat hingga pada abad ke ke-13 M Kerajaan Islam berdiri. Hal ini menyebabkan masyarakat Indonesia terus menerus mendapatkan ajaran dan budaya yang beragam.

Terjadi Penjajahan di Indonesia

Bangsa Spanyol dan Portugis

Melihat wilayah Indonesia yang memiliki banyak pulau, bangsa, budaya, hingga kerajaan, bangsa Spanyol tertarik untuk ikut perdagangan di pulau Sulawesi. Diikuti dengan bangsa Portugis (Negara Portugal) yang melakukan perdagangan di pulau Banda (wilayah Maluku) dan beberapa pulau sekitar Nusa Tenggara.

Bangsa Belanda

Ilustrasi Belanda Pada Saat Menjajah Indonesia
galena.co.id

Tak lama setelah aktifitas perdagangan bangsa Spanyol dan Portugis, bangsa Belanda pun datang dengan tujuan untuk mengusir mereka dan menguasai perdagangan di Indonesia. Hal tersebut bermula pada tahun 1600-an. Bangsa Belanda menyatakan bahwa dirinya adalah kekuatan utama di dunia perdagangan Asia. Pada mulanya, Kerajaan di Banten menyambut kedatangan bangsa Belanda. Karena sikap bangsa Belanda yang kurang baik, mereka diusir dari Banten.

Belajar dari pengalaman itu, bangsa Belanda yang melanjutkan strategi perdagangannya di pulau dan wilayah lainnya jadi sangat berhati-hati. Mereka berusaha menunjukkan kebaikan mereka. Mendapatkan kepercayaan dan keuntungan perdagangan dari hal tersebut, tak tanggung-tanggung Belanda menggunakan politik Devide Et Impera. Politik yang dinilai licik ini berhasil memecah belah hubungan Kerajaan-Kerajaan serta masyarakat di Indonesia. Akhirnya bangsa Belanda berhasil menguasai dan menjajah Indonesia.

Bangsa Jepang

Foto Jepang Saat Menjajah Indonesia
tirto.id

Berlangsung 300 tahun penjajahan yang dilakukan Belanda di Indonesia, saat tahun 1900-an, kebutuhan minyak bumi semakin meningkat. Melihat Indonesia yang dijajah oleh bangsa Belanda, Jepang memutuskan untuk melaju ke Indonesia dengan tujuan menguasai minyak bumi.

Pada awalnya, mereka disambut sebagai pembebas karena telah mengusir sebagian bangsa Belanda, tepatnya tahun 1942 bulan Maret. Saat itu Jepang berjanji untuk mendidik, melatih dan mempersenjatai kaum muda serta memberikan dukungan politik pada para pemimpin nasionalis. Hal itu memang ditepati. Tetapi, selama 3 tahun Jepang menduduki Indonesia, banyak kesengsaraan yang menimbulkan kematian masyarakat Indonesia.

Dengan janji yang ditawarkan oleh Jepang, timbal balik yang diminta adalah kerja paksa (romusha). Administrasi yang tidak kompeten menimbulkan kelaparan dan kematian. Disebutkan bahwa jumlah korban penjajahan Belanda selama 300 tahun dan Jepang selama 3 tahun memiliki angka yang hampir sama.

Bagaimana Indonesia Bisa Bersatu Dengan Keragaman Suku Dan Budaya

Jika kembali menilik politik devide et impera yang dilakukan oleh Belanda, tentunya setiap suku dan masyarakat di Indonesia memiliki prasangka buruk dan ketidakpercayaan. Setelah perseteruan antar suku dan wilayah, masyarakat Indonesia sadar akan adanya perbedaan-perbedaan dan keragaman. Keinginan untuk lepas dari penjajahan Belanda di setiap pulau pun akhirnya terbentuk. Para pemuda yang memiliki pemikiran untuk membebaskan Indonesia.

Pada tahun 1928, dengan tekad besar para pemuda dari setiap suku dan wilayah mendirikan Sumpah Pemuda. Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa yaitu Indonesia. Persatuan dari suku, ras, agama, bahasa, dan senasib sepenanggungan akibat penjajahan kejam.

Dengan sejarah dan dasar tersebutlah Indonesia memiliki keragaman budaya. Mungkin anda tidak sepenuhnya mengetahui budaya apa saja yang sebenarnya ada di Nusantara Indonesia kita ini. Mengingat Indonesia memiliki pulau hingga 17.000 dan beberapa daerah yang tidak ter-ekspos publik.

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Reply