Perbedaan AMD dan Intel

Berbicara mengenai prosesor komputer, kita pasti mengenal kedua kubu yang saling bersaing di pasaran, yaitu AMD dan Intel. Penting bagi kita untuk mengetahui perbedaan di antara keduanya, meskipun tetap sama-sama tentang prosesor. Banyak yang mendasari perbedaan AMD dan Intel, baik dari segi sejarah atau bahkan sampai dengan kemampuan masing-masing prosesornya.

simak juga 5 keunggulan prosesor AMD terbaru ryzen

Sejarah AMD dan Intel

Dalam sejarahnya, terutama di pasaran, memang Intel yang pertama kali memproduksi prosesor sebelum akhirnya AMD muncul dan menjadi saingan Intel. Sebenarnya, yang pertama kali menjadi pelopor penggunaan prosesor pada perangkat elektronik adalah Intel. Intel meluncurkan prosesor pertamanya pada tahun 1971 yang waktu itu diberi kode nama Intel 4004.

Sedangkan AMD baru muncul ke pasaran 20 tahun setelah itu, dan meluncurkan prosesor pertamanya yang diberi kode nama Am386. Prosesor pertama AMD cukup menarik untuk diperbincangkan karena prosesor Am386 merupakan tiruan dari salah satu prosesor yang diciptakan oleh Intel.

Harga AMD dan Intel

Dari segi harga, terlihat dengan jelas perbedaan AMD dan Intel. Intel yang mematok tinggi harga prosesornya dan AMD yang kerap menjual prosesornya dengan harga yang lebih murah. Harga merupakan perbedaan yang paling mencolok dari keduanya. Terlebih harga untuk prosesor tingkat menengah ke bawah milik AMD yang kerap dijual lebih murah dibandingkan Intel.

Berbeda pada segmen tingkat atas, perbedaan harga antara AMD dan Intel tidak terlalu jauh berbeda. Komponen-komponen yang diproduksi AMD memang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan Intel. Hal ini bisa menjadi alternatif dalam merakit sebuah komputer atau membeli sebuah laptop.

simak juga prosesor terbaik 2018 dari qualcomm snapdragon

Perbedaan AMD dan Intel dilihat dari Kelebihan dan Kekurangannya

1. Suhu Prosesor

AMD cenderung memiliki rating Thermal Design Point (TDP) yang tinggi dibanding Intel. Artinya, prosesor AMD memiliki kecenderungan untuk lebih cepat panas dibandingkan prosesor Intel. Suhu prosesor tidak bisa dianggap remeh, jika suhu lebih cepat panas, performa yang dihasilkan prosesor akan semakin menurun dan menggunakan daya yang lebih banyak.

Dalam hal ini, prosesor AMD cenderung lebih cepat panas karena mempunyai lebih banyak core yang memang keuntungannya lebih kencang dalam performa. Namun itu pada seri yang terdahulu. Kini AMD telah memperbaiki masalah panas pada prosesornya dan juga masalah boros daya. Selain itu, suhu prosesor juga bisa diatasi dengan pengunaan kipas yang memenuhi standar atau bahkan liquid cooling.

2. Grafis dan Multimedia

Dari segi grafis, kemampuan AMD lebih unggul dari Intel, terutama di segmen menengah ke bawah. Prosesor AMD yang dilengkapi dengan grafis Radeon mampu mengalahkan paduan prosesor intel dan grafis Intel Irisnya. Dalam hal ini, Intel berusaha mengalahkan AMD dengan meluncurkan Iris Pro. Hanya saja, AMD tetap tidak mau kalah dengan meluncurkan AMD Ryzen.

Dari segi multimedia, kemampuan Intel lebih unggul dari AMD. Ini merupakan perbedaan yang sangat mencolok di antara keduanya. Komputer atau laptop yang menggunakan Intel selalu bisa menghasilkan kualitas gambar yang lebih tajam. Intel memang lebih handal soal urusan multimedia dibandingkan AMD.

3. Overclocking Prosesor

Perbedaan dari AMD dan Intel yang juga terlihat adalah dalam urusan overclocking. Over clock merupakan upaya untuk meningkatkan kecepatan prosesor supaya bisa melampaui kecepatan maksimalnya. Prosesor Intel lebih mudah dalam melakukan overcloking dibanding AMD dan juga peningkatannya lebih tinggi Intel yang bisa mencapai 4.5Ghz.

Jelas AMD dan Intel berbeda dalam banyak hal. Keduanya mempunyai kelebihan dan keunggulannya masing-masing. Mana yang lebih cocok dipakai tergantung dari apa yang dibutuhkan.

simak juga perbedaan snapdragon, mediatek, dan exynos

Tinggalkan Balasan

Close Menu