Studio Musik Di Indonesia Dulu, Bagaimana Sekarang?

Persiapan Panggung Lokanantha Shaggydog
kikipea.com

Perkembangan musik di Indonesia mengalami pasang surut, ada zaman keemasan juga ada zaman sulit dimana musisi di Indonesia sedang mengalami masalah. Biasanya musik meninggalkan bukan hanya lagu namun juga alat dan tempat untuk melakukan aktifitas musik tersebut.

Sebut saja studio musik yang digunakan untuk rekaman musik atau hanya sekedar latihan. Bisa dibilang jika anda adalah seorang calon musisi pasti harus datang kemari untuk menimba ilmu atau mempersiapkan diri sebagai pemusik yang handal.

Perkembangan studio musik di Indonesia juga bebarengan dengan pasang surutnya musik dan tren hiburan di Indonesia. Jika anda adalah seorang yang lahir 90an pasti akan mengalami masa dimana studio musik bertebaran di sudut kota.

Banyak anak muda yang main ke studio, menghabiskan uang berjam – jam untuk latihan band atau semacamnya. Bagi yang lebih expert bisa sekaligus merekam hasil latihannya tersebut. Semua ini tergantung apakah di studio tersebut menyediakan fasilitas rekaman atau tidak. Namun seiring perkembangan zaman beberapa studio ‘jadul’ ini berkurang bahkan hilang karena tergerus perkembangan zaman dan faktor lainnya.

Melalui tulisan ini kami akan membahas sedikit mengenai perkembangan studio musik di Indonesia, dari awal perkembangan hingga sekarang beserta kendala yang dihadapi saat ini.

Studio Musik Dulu, Bukan Cuma Soal Profit

Bisa dibilang zaman dulu adalah masa keemasan studio musik di Indonesia. Selain karena studio besar seperti MUSICA yang memuncaki pasar, juga didukung banyaknya studio lokal yang berkembang luas di Indonesia. Terhitung sejak era kaset dimulai hingga CD, sekitar tahun 80-90an studio musik ini berkembang pesat.

Perkembangan studio musik ini tidak hanya soal uang saja, namun kualitas hasil karya musisi Indonesia yang sangat digandrungi di Indonesia. Banyak band kenamaan jaman 80 seperti Godbles, KoesPlus maupun penyanyi solo seperti Iwan Fals dan Chrisye, memulai karir dari studio musik ini. Bisa dibilang hasil karya mereka luar biasa dan menjadi legenda dan diperdengarkan hingga saat ini.

Karena teknologi yang masih terbatas untuk rekaman, maka dalam melakukan rekaman atau bermusik mereka akan melakukannya dengan hati – hati dan maksimal. Ini dibuktikan dengan banyaknya lagu jaman dulu yang memiliki nilai seni tinggi dan memiliki makna mendalam. Hal ini tentu  berbeda dengan lagu zaman sekarang yang biasa – biasa saja atau kebarat – baratan.

Bisa dibilang motivasi orang bermusik di zaman dulu tidak hanya soal uang, namun lebih mencari passion bermusik dan menghasilkan karya seni yang tinggi. Ini dibuktikan dengan banyaknya studio musik yang berkembang di daerah –daerah. Banyak sekali orang rela mengantri lama untuk menyewa studio musik. Bukan soal uang atau ketenaran yang mereka kejar di studio itu, melainkan ke arah seni dan passion menjadi musisi di tanah air.

Kendala & Kondisi Studio Musik di Era Digital

Zaman berganti, maka berganti pula era bagi studio musik. Dengan munculnya teknologi digital, internet, dan sosial media, kehadiran studio musik ini cukup tertinggal. Industri rekaman musik juga mengalami masa suram di masa ini dimana pembajakan marak dan perkembangan teknologi di dunia maya.

Hal ini berimbas pada berkurangnya studio musik lokal yang dulu sempat menjadi idola anak muda untuk bermusik. Kini jika orang ingin bermusik bisa membeli alat musik / rekaman secara online dan membuat studio sendiri dirumah dengan mudah. Sehigga pengeluaran untuk musik / rekaman bisa diminimalisir dengan membuat sendiri di rumah.

Selain itu ada juga sosial media dalam bidang musik seperti soundcloud atau  bandcamp.com yang mempengaruhi penurunan studio musik. Melalui platform tersebut pemusik hanya perlu mengupload hasil karyanya dan menunggu orang berkomentar atau memberi like untuk karyanya.

Hal seperti itu tentu sangat kontras dengan zaman dulu dimana jika mau bermusik harus repot – repot datang ke studio. Jika dulu orang bermusik karena passion dan seni, kini mereka bermusik demi ketenaran atau follower di akun sosial media mereka.

Ada beberapa kendala yang dihadapi oleh studio musik di zaman sekarang ini. Kendala tersebut menyebabkan studio musik di Indonesia mulai tergusur dan berkurang peminatnya. Kami merangkumnya dalam beberapa faktor berikut.

1. Alat Impor Yang Mahal

Kendala utama dari studio yang ada di Indonesia adalah alat musik yang terbatas. Hal ini karena alat musik lokal sulit ditemui dan bergantung pada alat impor. Padahal alat impor sendiri mahal sehingga tidak semua studio mampu membeli alat itu. Hal inilah yang menjadi kendala di studio – studio musik dalam negeri.

2. Sulit Mengikuti Perkembangan Zaman & Teknologi

Keterbatasan alat dan teknologi membuat studio musik ini ketinggalan zaman. Meski teknologi semakin pesat, namun studio musik kebanyakan masih menggunakan cara lama untuk melakukan produksi. Hal ini tentu membuat musisi tidak berminat menggunakan studio ini, karena kesannya yang jadul.

3. Produksi Dalam Negeri yang Tidak Laku

Banyak sekali studio luar negeri maupun platform musik luar yang berkembang pesat di Indonesia. Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi studio musik di dalam negeri. Karena memiliki banyak kelemahan dari segi alat produksi, pemasaran, dan teknologi membuat musik produksi dalam negeri, tidak laku di pasaran.
Saat ini kebanyakan musisi sekarang lebih mempercayakan pada pihak luar karena lebih maju dan berkembang.

4. Menjamurnya Musisi Komersil

Budaya yang berkembang melahirkan banyak musisi baru yang berbeda dengan musisi zaman dulu. Musisi yang banyak sekarang ini sifatnya bukan menghasilkan karya namun menjual karya alias hanya karena popularitas dan komersil. Meski begitu, musisi jenis ini lebih diminati daripada musisi murni karena seni, contoh saja boyband, girlband, musisi Youtube, dan sejenisnya.
Karena keberadaan mereka dan tren yang berkembang, mengakibatkan musisi biasa menjadi berkurang. Hal ini berimbas pada studio musik yang juga ikutan berkurang, hal ini karena musisi komersil juga bisa ditiru hanya lewat sosial media saja, tanpa perlu latihan musik bertahun – tahun seperti musisi lawas.

Berdasarkan faktor tersebut, menyebabkan studio musik sekarang sepi peminat dan berimbas pula pada minimnya rekaman di beberapa tempat. Padahal studio rekaman yang lokal saja bisa menjaring banyak bakat musisi tanah air yang hebat. Akan tetapi studio ini terus tergerus oleh perkembangan zaman yang semakin pesat.

Dari tulisan di atas dapat disimpulkan keberadaan studio musik berkurang karena berbagai faktor. Sudah seharusnya kita menghadapi perkembangan zaman dengan lebih siap agar tidak tertinggal seperti studio musik ini. Semoga tulisan kami menambah wawasan anda mengenai musik di Indonesia.

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Reply