“Zaman Now” Audio Jack 3,5mm Kandas

Background Artikel Audio Jack 3,5mm Kandas

Teknologi pada 2019 ini sungguh membuat masyarakat pada era 80-90an berkata “zaman now”. Bagaimana tidak, karena perkembangan teknologi sudah sangat pesat. Tidak sedikit masyarakat yang terheran dan kagum atas teknologi zaman sekarang. Salah satunya adalah kandasnya audio jack 3,5mm pada Smartphone era sekarang.

Sebenarnya, hilangnya fitur audio jack 3,5mm sudah dimulai sejak tahun 2014. Bermula dari smartphone besutan Oppo, LeEco, dan Apple. Oppo R5 yang rilis pada tahun 2014 pertama kalinya memperkenalkan smartphone tanpa jack audio. Dengan ketebalan 4.85mm, Oppo R5 menjadi smartphone tertipis pada zamannya. Hengkangnya jack audio memang memungkinkan smartphone bisa di desain lebih tipis seperti Oppo R5 ini.

Pada awal tahun 2016, muncul brand smartphone yang agak asing di tanah air, yaitu LeEco. Produsen ini juga menciptakan smartphone tanpa jack audio. Meski tidak setipis Oppo R5, ponsel ini sudah berbekal USB Type-C yang dirasa baru pada saat itu. USB tipe tersebut memang mendukung transfer data maupun sinyal digital (salah satunya sinyal audio) lebih cepat dari USB Micro 2.0.

Di akhir kuartal ke-tiga, Apple yang terkenalpun juga meluncurkan perangkat dengan spesifikasi serupa, tanpa jack audio 3,5mm. Mendapat kritik sangat pedas, pihak Apple pun angkat bicara mengenai hal yang dilakukannya. Sebenarnya, alasan Apple hampir serupa dengan produsen smartphone lainnya yang meng-absenkan jack audio 3,5mm

Inovasi Yang Berani Dari Apple

Pihak Apple menyatakan bahwa mereka berani untuk berinovasi hal baru. Sedangkan dari sudut pandang para pengamat, karena Apple memiliki konsumen yang masif. Karena begitu, konsumen Apple terdorong untuk tetap mengikuti perkembangan yang dilakukan oleh Apple. Secara kasar, konsumen ‘dipaksa’ dan tidak punya pilihan lain.

Fokus Pada Fitur Lainnya

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, menghilangkan jack audio 3,5mm bisa menghemat ruang dan berpotensi untuk menyematkan fitur-fitur tambahan atau baru. Sebut saja ponsel bisa lebih tipis jika tidak ada jack audio. Kapasitas baterai bisa ditambahkan hingga teknologi pendinginan semikonduktor juga bisa disematkan.

USB Type C Sudah Mewakili Semuanya

Connector USB Type C
zdnet.com

Pembahasan fitur soal USB Type-C untuk smartphone diklaim sudah mewakili semua kebutuhan. Apa saja yang dimaksud? Beberapanya meliputi Data Digital, Analog, dan Power. Pada segmen audio, data digital dan analog memiliki keterkaitan. data digital seperti MP3, MP4, FLAC, WAV, dan lainnya harus diubah menjadi analog untuk bisa menjadi musik atau suara. proses perubahan data digital menjadi analog ini membutuhkan chip DAC pada smartphone.

Pada komponen smartphone, chip DAC yang digunakan bermacam-macam. Tidak semua smartphone menggunakan DAC yang sama. Alhasil output suara yang dihasilkan juga beragam meski file atau musiknya sama. Analogi mudahnya, sinyal digital ini adalah bahan masakan mentah dan DAC adalah koki atau yang memasak bahan mentah tersebut. Hasil akhir akan sesuai oleh masing-masing ‘koki’ tersebut.

Karena selera setiap orang berbeda mengenai audio, hal ini menjadi pertimbangan ketika jack audio 3,5mm yang hanya bisa memproses analog audio dihilangkan. Audio bukan hal baku yang bisa selalu dinilai mutlak bagus atau jelek. Tuning bass, mid, treble, dan sound staging kembali pada selera masing-masing.

Musik Lovers dan Audio Expert Users

Untuk para audio enthusiast tidak perlu khawatir dengan USB Type-C. Data digital audio yang keluar masih berupa sinyal digital atau bahan mentah layaknya menggunakan jack 3,5mm seperti biasa. Penggunaan eksternal DAC dan inbuilt headset atau earphone DAC tetap akan memproses output suara sesuai dengan sound signature dan quality mereka.

Perlu diketahui juga jika USB Type-C Converter to Jack 3.5mm (dongle) tidak semua sama. Anda harus memilih yang tepat untuk smartphone anda. Ada juga dongle yang sudah memiliki DAC ataupun smartphone yang meletakkan DAC nya di dalam dongle khusus mereka.

Pada pengguna audio yang serius atau bisa disebut sebagai Audio Expert, tentu jack 3,5mm pada smartphone kandas bukanlah Big Deal bagi mereka. Menggunakan Digital Audio Player (DAP), Digital To Analog Converter (DAC) merupakan kewajiban yang notabene kualitas suara yang dihasilkan benar-benar jauh dari kualitas audio pada smartphone. Hal ini juga diperhatikan oleh para produsen smartphone.

Noise Cancellation

Noise Cancelling merupakan salah satu fitur yang diminati banyak orang. Fitur ini memungkinkan pengguna headset atau earphone mendengarkan musik tanpa banyak terganggu suara-suara mengganggu dari luar. Headset noise cancelling menggunakan konektifitas wireless dan wired. Adapun fitur noise cancel yang memberikan notifikasi suara saat anda di stasiun atau bandara mengumumkan jam berangkat dan jam tiba.

Fitur ajaib ini membutuhkan daya dari baterai yang tidak akan bisa aktif dari jack 3,5mm saja. Power yang dibutuhkan sangat besar dan langsung dari daya baterai. Port USB Type-C sanggup menghantarkan daya hingga 100W.

Kesimpulan

mengubah kebiasaan memang tidak semudah sesuai ekspektasi layaknya absennya fitur jack audio 3,5mm ini. Namun, peristiwa serupa juga pernah terjadi, saat berubahnya ukuran tray SIM Card dari mini SIM, micro SIM, hingga nano SIM. Sekarangpun perangkat-perangkat dengan dukungan USB Type-C sudah banyak di tahun 2019.

Tinggal menunggu waktu akan perubahan dan kemudahan produk yang akan datang.

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Reply