Kontroversi Layanan VOD Dari Telkomsel

Layanan VOD atau tepatnya Video on Demand adalah televisi interaktif yang digunakan untuk memilih sendiri program, channel, dan video yang ingin kita tonton. Dalam hal ini, layaknya seperti video rental dan televisi yang digabung menjadi satu. VOD ini sudah di komersialkan oleh beberapa provider seluler tanah air, yaitu XL dan Telkomsel.

Telkomsel memperkenalkan Hooq dan Viu pada Mei 2016 lalu dan XL baru saja memperkenalkan layanan VOD Oona pada bulan Oktober 2018 lalu. Sebenarnya, layanan VOD Hooq, Viu, dan Oona juga bisa digunakan dengan provider seluler lain. Hanya saja Telkomsel dan XL menawarkan promo dan paket lebih menguntungkan untuk berlangganan layanan tersebut.

Layanan Hooq dan NetFlix

Di lingkungan netizen, NetFlix merupakan layanan VOD yang sudah memiliki nama. Layanan VOD milik Amerika Serikat ini sangat ditunggu-tunggu oleh para netizen, akan tetapi ada beberapa kekecewaan setelah beberapa saat resmi di Indonesia. Salah satunya ketika Telkomsel memblokir layanan NetFlix dan mengarahkan konsumen ke layanan Hooq.

Hal tersebut dilakukan lantaran Telkom menilai layanan NetFlix memiliki banyak konten dewasa dan tidak cukup baik di tayangkan kepada penggunanya. Saat Januari 2016 NetFlix meluncur di tanah air, sehari kemudian pihak Telkom memblokir akses NetFlix. Diberlakukan pada seluruh layanan Telkom yaitu IndiHome, WiFi.id, dan Telkomsel.

Alih-alih demi mengobati kekecewaan netizen, Telkomsel bekerja sama dengan Hooq dan Viu untuk layanan Video On Demand. Hooq sendiri hampir menyerupai NetFlix, dan Viu memiliki banyak konten untuk kawula muda seperti drama Korea.

Tidak Banyak Yang Menikmati

Hooq dan Viu memang dianggap layanan VOD yang sudah dinilai lengkap untuk menghibur konsumen, tetapi netizen tidak tinggal diam. Mereka merasa bahwa keputusan Kominfo dan Telkom tanpa alasan dan tidak konsisten. Dikarenakan banyak hal yang menuai pembahasan negatif, akhirnya beberapa masyarakat ikut menilai keputusan Kominfo dan Telkom tidak jelas. Layanan Hooq pun akhirnya dinilai buruk.

Sebenarnya, Layanan VOD Hooq ini tidak kalah dengan NetFlix. Hooq merupakan perusahaan telekomunikasi yang berasal dari Singapura sejak 2015 yaitu SingTel. Bersama dengan Sony dan Warner Bros, koleksi konten Hooq tidak kalah dengan NetFlix.

Kecurigaan Masyarakat dan Pengamat

Banyak yang berspekulasi mentah bahwa pihak Telkom tidak transparan dan bersaing secara tidak sehat. Hal tersebut muncul dikarenakan jadwal peresmian launching NetFlix dan Hooq. Bagi netizen yang sering berselancar di dunia maya, tentu sudah tidak asing dengan NetFlix karena sudah berdiri sejak tahun 1997.

NetFlix launching resmi pada Januari 2016 di tanah air, sedangkan Hooq baru akan resmi launching pada Maret 2016. Pihak Hooq khawatir jika NetFlix akan mengambil pangsa pasar Hooq sehingga muncul prediksi bahwa memang Hooq lah yang berperan besar pada pemblokiran NetFlix pada jaringan internet Telkom.

Awalnya, spekulasi muncul jika Telkom khawatir NetFlix akan mengambil konsumen UseeTV milik Telkom yang di bundle bersama Internet Fiber IndiHome. Usut diusut, ternyata besar kemungkinan bahwa itu dikarenakan Hooq, bukan produk Telkom UseeTV. Mengapa demikian? Karena Hooq layanan serupa dengan NetFlix, jadi bisa mengancam UseeTV juga.

Saham Telkomsel 35% Milik SingTel

Usut diusut, ternyata saham Telkomsel telah dibeli oleh perusahaan SingTel milik Singapura sebesar 35%. Sejak awal, SingTel memang sudah merencanakan membawa masuk layanan miliknya di perusahaan telekomunikasi dimana dia memiliki saham. Salah satunya Indonesia. NetFlix yang “mencuri start” dengan resmi rilis pada Januari 2016 dianggap ancaman besar bagi Hooq.

NetFlix sendiri memang sempat bermasalah pada saat pertama kali rilis dikarenakan tidak sesuai dengan undang-undang di Indonesia. Kominfo memberi waktu 1 bulan agar NetFlix melakukan sesuai ketentuan undang-undang yang ada. NetFlix pun menyanggupi syarat tersebut. Dugaan awal Telkomsel memblokir NetFlix dikarenakan hal tersebut, tapi ternyata tidak.

Setelah NetFlix selesai dengan ketentuan dan perundangan, secara legal dia sudah punya izin. Kata resmi dan legal untuk NetFlix sama sekali tidak berpengaruh dengan pemblokiran yang dilakukan pihak Telkomsel. Tentu saja hal itu karena memang sudah strategi marketing pihak SingTel, Hooq.

Pemblokiran NetFlix Dibuka Tanpa Pemberitahuan

Pada 18 Januari 2019 lalu, dikabarkan dari seorang netizen Twitter yang mengabarkan bahwa NetFlix sudah bisa di akses pada jaringan IndiHome. Sayangnya jaringan Telkomsel masih seperti biasa, mendarat di loading screen dan tidak ada respon. Ditambah pada tanggal 20 Januari 2019 lalu, Telkom IndiHome kembali memblokir NetFlix dengan menyatakan bahwa kejadian tempo hari merupakan error, sehingga NetFlix bisa di akses.

Mereka menjelaskan, kebijakan mereka tetap konsisten untuk memblokir NetFlix.

Dikabarkan Akan Buka Blokir

Setelah banyak pembahasan serta kritik dari masyarakat dan pengamat, bahkan KPPU juga ikut angkat bicara. Telkomsel mengaku berniat untuk mengkaji ulang buka blokir layanan NetFlix. Hal tersebut dikabarkan pada 19 Agustus 2019 karena Telkomsel memiliki proyek baru yaitu platform Maxstream Telkomsel

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Tinggalkan Balasan